Jakarta, jakartawaspada.com - Jurnal Utara sebagai media parter pembangunan yang mengabarkan berbagai peristiwa dan berbagai issu terkini di tengah masyarakat di penghujung bulan Ramadhan ini menggelar Diskusi Publik dan Buka Bersama Tokoh dan Wartawan bertempat di Jak Bistro D Acici Sunter, Tg. Priok, Jakarta Utara, Jum'at (28/3).
Diskusi yang mengusung tema "Prespektif Gubernur Baru Jakarta Dalam Rencana Pembangunan Jakarta Utara Sebagai Kota Global" menghadirkan Nara Sumber Radian Azhar Dewan Kota, M. Ichwan Ridwan alias Boim dari Bamus Betawi 1982 Jakarta Utara dan Imam Sunarto dari Aliansi Jakarta Utara Menggugat yang intens menyuarakan kemacetan dan kecelakaan akibat aktifitas Pelabuhan. Tampak hadir dalam diskusi tersebut Iwan Setiawan Dewan Kota, Yusron Jainuri FPK, Syamsudin FLO, Ahmad Ruji MBP dan banyak aktifis tokoh dan Wartawan yang hadir dalam acara tersebut.
H. Sandi Suryadinata Pimpinan Umum Jurnal Utara dalam sambutan mengatakan ini kali yang pertama Jurnal Utara mengadakan kegiatan diskusi seperti ini karena sejak 4 tahun berdiri jurnalutara.com masih berbenah diri merapihkan secara internal baik secara Management maupun personil yang mendukung pemberitaan dan hal teknis lainnya sehingga kami sekarang agak sedikit eksist dengan hadirnya beberapa senior seperti bang Boim panggilan akrab M. Ichwan Ridwan dan Bang Rasyid Atau H. Abdullah Rasyid dalam bergabung Management Jurnalutara.com.
"Alhamdulillah hari ini kita berkumpul untuk diskusi sharing pemikiran untuk kemaslahatan Jakarta kedepan, jadi Jurnalutara bukan hanya mengabarkan tapi juga ambil bagian dalam hal pemikiran, ide dan gagasan" ujar Sandi.
Dalam paparannya salah satu Nara Sumber dalam diskusi tersebut M. Ichwan Ridwan alias Bang Boim menyampaikan kapasitasnya di sini sebagai orang Betawi tetap terus menyuarakan Betawi sebagai budaya dan Tradisi turun temurun harus eksist dan dilindungi dengan perangkat hukum yang mendasari keberlasungan pelestraian budaya Betawi di Provinsi DKI Jakarta ini. Dan lahirnya UU No.2 tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta alhamdulillah cukup mengakomodir aspirasi kaum Betawi di Jakarta.
"Harapan kami gubernur baru Jakarta yang kami sematkan panggilan baru 'bang Anung' bisa mendorong lahirnya Perda khusus tentang Betawi" tambah Boim.
Imam Sunarto Narasumber dalam diskusi tersebut yang konsen terhadap kemacetan dan kecelakaan akibat aktifitas kontener yang membawa barang ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok menginginkan Jakarta Utara sebagai pintu gerbang ekonomi global memiliki Pelabuhan yang ideal seperti pelabuhan-pelabuhan di Negara maju seperti Singapura, Jepang, Korea Selatan dan Negara Asia lainnya yang Kota Pelabuhannya begitu indah dan sangat ideal sebagai sebuah Pelabuhan internasional.
"Jakarta Utara akan menjadi etalase Kota Jakarta sebagai Kota Global tentunya harapan ini bisa terwujud dan masyarakat bisa merasakan dampaknya" jelas Imam.
Sementara itu Dewan Kota dalam paparannya yang disampaikan oleh Radian Azhar menginginkan Jakarta ini berbenah terutama soal Tata Kotanya sehingga tidak terjadi kesemrawutan disana sini. Harapan Jakarta sebagai Kota Global jika terwujud Jakarta akan banyak di kunjungi wisatawan maupun pebisnis dari mancanegara dan Jakarta harus juga memiliki ciri khas khusus sebagai oleh-oleh atau souvener yang akan dibawa pulang kenegaranya.
"Miris juga ketika ditanya rekan dari luar negeri dijalan-jalan di Jakarta banyak ondel-ondel keliling sebagai pengamen, padahal ini bisa di angkat lebih baik lagi" tandas Radian.
Dalam sesi diskusi tampak aktif dialog interaktif dari peserta antara lain Ikô dari Masyarakat Betawi Pinggiran menyampaikan soal ketimpangan yang terjadi di masyarakat Jakarta Utara yang tinggal dan hidup di kota Pelabuhan namun ekonomi mereka masih memprihatinkan dan kegiaatan-kegiatan ekonomi baik proyek-proyek lokal maupun yang berskala nasional tidak melibatkan orang-orang Jakarta Utara. Sedangkan anggota Dewan Kota lainnya Iwan Setiawan menyoroti soal Budaya dan Tradisi Betawi harus lebih menonjol dan mewarnai ornamen-ornamen kebetawian di gedung dan perkantoran yang ada di Jakarta.